Mulai Kutulis Semua Kehidupan di Kertas
Mulai Kutulis Semua Kehidupan di Kertas
by: Andri Oktavianas
…..
teh sudah habis, kerongkonganku pun puas,
mulai kuTULIS semua kehidupan dikertas,
hari-hari yang keras kisah cinta yang pedas,
perasaan yang was-was dan gerakku yang terbatas
tinta yang keluar dari dalam pena.
berirama dengan apa yang kurasa
dalam hati ini ingin ku ubah semua
kehidupan
monotone penuh luka putus asa.
by: Bondan Prakoso (Hidup Berawal
Dari Mimpi)
|
B
|
icara
tentag menulis maka akan kita ingat kisah klasik antara tinta dan kertas, kisah
klasik ruang hati dan isi pikiran yang tertumpah-tumpah di ujung pena. Tapi
kini iramanya bisa berbeda, irama itu bisa seperti bunyi sepatu kuda dengan
desibel (satuan bunyi) yang rendah, bunyi ketikan jari pada keyboard komputer.
Menulis kini menjadi life style, cara menumpah ruahkan emosi (diary), berbagi
pengalaman, inspirasi, pesona imajinasi, kekuatan mimpi, kebaikan bahkan
keburukan. Menulis bukan kerjaan orang yang berbakat merngakai kata-kata, tapi
menulis adalah kegiatan orang yang berani mengukir jelas sejarahnya. Buat saya "menulis
kerjaan orang yang mau menulis". "everyone can writing, but not
all of them have the courage"
Menulis adalah salah satu menyebarkan kebaikan dengan tulisan. Menulis adalah
hal yang sangat penting dalam perjalanan hidup, baik pribadi masyarakat, atau
dunia. Tulisan juga telah menjadi saksi bagaimana masnusia berkembang dalam
perbedaan peradaban. Lewat tulisan kebaikan bisa disampaikan dan terjaga hingga
berabad-abad lamanya, bahkan tulisan adlah saksi tertua dari pergolakan peradaban
yang diciptakan ALLAH setelah alam semsesta. Para ulama sangat
bersemangat menulis, dan ada yang menargetkan menulis setiap hari sekian
lembar, sesepuluh lembar, 20 lembar perhari. Bayangkan sepuluh lembar saja
setiap hari maka tulisan itu akan menjadi sekitar 300 lembar setiap bulannya.
- imam malik meninggal tahun 179 H dan meninggalkan buku muawttha'. sekitar 12 abad yang lalu, dan sampai sekarang kita masih bisa menemukan karangan imam malik ini di mana-mana, perpustakaan, toko buku, atau dikamar kita (kalau punya ,hee) dll.
- Imam syafi'i (wafat 204 H, ketika imam syafi'i wafat lahir imam muslim, dan saat ini imam bukhari berumur 10 tahun). Imsm syafi'i membagi malamnya menjadi 3 bagian: menulis buku, tahajjud, dan istirahat
- Murid imam Malik, sihnun (meninggal 202 H). Pernah dikisahkan ketika sedang menulis buku (malam) maka datanglah budaknya membawakan makan malam untuknya, karena kesibukannya maka budaknya menunggunya hingga dia selesai menulis hingga budaknya tertidur. Saat budaknya terbangun sihnun masih menulis, lalu budaknya ini menyuapi sihnun yang sambil menulis dengan makanan, namun sihnun tidak menyadari. Saat menjelang shubuh, sihnun memanggil budaknya dan menanyakan makan malamnya, lalu budaknya mengatakan makan malamnya sudah ia makan ketika ia sedang menulis dan disuapi oleh budaknya tadi, sihnun menjawab "saya tidak menyadarinya", begitu khusuknya ulama dalam menulis buku.
- Imam ibnu jarir at thabari (wafat umur 86 th) memiliki tulisan 351 ribu halaman. Bayangkan saja jika satu buku kita patok (main patok-patokan) sekitar 500 atau 1000 halaman maka karya yang dihasilkan sekitar 350 buku atau 700 buku. Bayangkan lagi ketika itu belum ada bunyi ketikan keyboard, belum ada mesin percetakan, dan itu semua dilakukan dengan tulisan tangan, my imagination said "otot-otot jari-penulis zaman ini mungkin sama bentutknya dengan otot-otot binaragawan yang angkat berat (besi), sangat kuat. Dan ketika sakratul maut, imam at thabari meminta dibacakan doa pada muridnya, lalu dia meminta tinta dan kertas, dan ditulisnya do'a yang dibacakan oleh muridnya tersebut (doa yang di ajarkan at thabari kepadamuridnya) dikertas. Diantara yang hadir ada yang bertanya "kenapa engkau masih melakukan hal ini ketika sakratul maut seperti ini", lalu at thabari menjawab "seyogyannya manusia tidak pernah meninggalkan menulis ilmu hingga dia mati",.Subhanallah
- Imam An Nawawi. Makan hanya satu kali sehari dan minum satu kali sehari. Muridnya bertanya kepadanya tentang jadwal tidurnya, lalu imam Nawawi menjawab "aku tidur ketika sudah tidak bisa tertahankan lagi". Mungkin ini sedikit berbeda dengan kita yang "tidak tahan lagi untuk tidur >.<". sedikit tidur, bukan dikit-dikit tidur :D. Fakta tentang imam An Nawawi : (1) Tidak pernah tidur layajnya orang tidur, imam nawawi tidur menyandarkan kepalnya ke buku-buku, dan ketika terbangun beliau sudah siap untuk menulis buku. Bedanya dengan kita mungkin ketika bangun lansung nulis juga, tapi beda tempatnya, cari hp, smartphone androidnya, lalu check chattingn , bbm, tulis status ,..hehee. (2) selanjutnya imam nawawi menulis dengan tangan yang ikhlas, tanpa hak cipta, orientasi menulisnya adalah akhirat.
Nah
itulah setitik alasan, motivasi buat menulis bagi kawan-kawan,... semoga
bermanfaat.Ini tulisan manusia (ada salahnya)
Wassalam.
#cari_pena_buku
#buka_laptop
Komentar
Posting Komentar